Sinergi Kopdes bumdes dan VOE: Model inovasi terbuka untuk pemberdayaan ekonomi desa studi grounded theory
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan belum optimalnya sinergi antara Koperasi Desa (Kopdes), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan Village-Owned Enterprises (VOE) dalam membangun kolaborasi ekonomi yang berkelanjutan di era inovasi terbuka. Kondisi ini diperburuk oleh keterbatasan modal, sarana operasional, serta persepsi masyarakat yang masih memaknai koperasi sebagai lembaga simpan-pinjam. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model grounded theory yang menjelaskan mekanisme sinergi antar-entitas desa tersebut dalam mewujudkan ekosistem inovasi terbuka untuk pemberdayaan ekonomi desa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik Grounded Theory melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis data berbasis open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi Kopdes–BUMDes–VOE di Desa Bajur masih berada pada tahap institutional emergence, di mana kolaborasi lebih bersifat potensial karena ketimpangan kesiapan kelembagaan. Pembahasan menegaskan bahwa terbentuknya sinergi dipengaruhi oleh tiga elemen utama, yaitu dukungan struktural pemerintah desa, partisipasi pemuda sebagai innovation driver, dan kesiapan kelembagaan untuk beradaptasi terhadap proses inovasi. Penelitian ini memberikan kesan bahwa inovasi terbuka di desa bukanlah proses teknokratis, melainkan proses sosial-transformasional yang melibatkan nilai kepercayaan, gotong royong, serta pembelajaran bersama. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa pemberdayaan ekonomi desa melalui inovasi terbuka membutuhkan kolaborasi berlapis antara struktur formal, aktor sosial, dan budaya lokal, sehingga membentuk ekosistem inovasi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Copyright (c) 2026 Tri Winarsi, Ibrahim Ibrahim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






