Pelatihan pembuatan laporan keuangan pesantren sesuai SAK ETAP dan ISAK 335 di pondok pesantren purwakarta

  • Yuniati Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Agus Bagianto Universitas Muhammadiyah Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40614
  • Iis Dewi Fitriani Universitas Muhammadiyah Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40614
  • M. Taufik Rhamadan Universitas Muhammadiyah Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40614
  • Hanifah Nur Halimah Universitas Muhammadiyah Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40614
  • Yasar Muhammad Farhan Universitas Muhammadiyah Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40614
  • Tania Ningrum Universitas Muhammadiyah Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40614
Keywords: ISAK 335, laporan keuangan, SAK

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Pondok Pesantren KH. Eep Saepuloh, Purwakarta, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan pesantren melalui pelatihan standar akuntansi keuangan berbasis SAK ETAP dan ISAK 335. Permasalahan utama yang dihadapi pesantren ini adalah kurangnya pemahaman dalam pencatatan keuangan yang akurat dan transparan. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang akuntansi serta kurangnya pelatihan yang relevan bagi pengurus pesantren. Program ini dirancang untuk membantu pengurus pesantren menyusun laporan keuangan sederhana dan mengenalkan aplikasi pencatatan keuangan yang praktis. Melalui kegiatan ini, pengurus pesantren mendapatkan pendampingan dari dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung. Pendampingan ini berfokus pada peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam proses pencatatan keuangan sesuai standar yang berlaku. Hasil dari pelaksanaan program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan pengurus pesantren dalam menyusun laporan keuangan yang lebih baik, akurat, dan sesuai standar. Pengelolaan keuangan pesantren menjadi lebih tertata, dan penggunaan teknologi sebagai penunjang operasional pesantren mulai diterapkan. Diharapkan, pendekatan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan akuntabilitas keuangan di Pondok Pesantren KH. Eep Saepuloh. Selain itu, keberhasilan program ini juga dapat menginspirasi pesantren lainnya untuk mengadopsi praktik pengelolaan keuangan yang lebih profesional. Dengan pengelolaan yang lebih baik, pesantren dapat menjalankan fungsinya secara lebih efisien dan transparan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan internal dan eksternal secara lebih efektif.

 

Published
2025-03-31