Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada siswi di SMA Negeri 1 Leupung Kabupaten Aceh Besar
Abstract
Di Indonesia pada tahun 2023, prevalensi anemia pada remaja mencapai 22,6%, hanya mengalami penurunan sedikit dari 25,1% pada tahun 2021. Anemia pada remaja, terutama remaja putri, tidak hanya berdampak pada penurunan konsentrasi belajar dan produktivitas, tetapi juga memengaruhi kesehatan reproduksi serta menimbulkan beban bagi kesehatan masyarakat. Salah satu upaya pencegahan adalah konsumsi tablet tambah darah (TTD) dengan anjuran empat tablet per bulan bagi siswi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan siswi dalam mengonsumsi TTD di SMA Negeri 1 Leupung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan pada tanggal 18–20 Maret 2024. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 43 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan (p = 0,004), sikap (p = 0,020), peran petugas kesehatan (p = 0,028), dukungan keluarga (p = 0,003), dan persepsi siswa tentang TTD (p =0,031) dengan kepatuhan konsumsi TTD. Dukungan keluarga dan pengetahuan menjadi faktor dominan yang memengaruhi kepatuhan. Kesimpulan penelitian ini adalah kepatuhan siswi dalam mengonsumsi TTD dipengaruhi faktor individu dan lingkungan. Upaya peningkatan kepatuhan perlu difokuskan pada edukasi berkelanjutan, pembentukan sikap positif, dukungan keluarga, serta peran aktif petugas kesehatan. Peningkatan kepatuhan konsumsi TTD sangat penting, karena anemia yang tidak ditangani akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia, produktivitas, serta kesehatan masyarakat secara luas.
Copyright (c) 2026 Intan Sabnatul Maula Intan, Anwar Arbi, Riza Septiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






