Penerapan metode antrian pada sistem pelayanan apotek wali sehat Ngaliyan Kota Semarang
Abstract
Pelayanan farmasi yang cepat dan efisien sangat penting untuk menjamin kepuasan pasien. Namun, Apotek Wali Sehat Ngaliyan Kota Semarang menghadapi permasalahan antrean panjang dan waktu tunggu yang tinggi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Dalam periode observasi selama enam hari, tercatat sebanyak 2.845 pasien datang untuk mendapatkan layanan, yang menyebabkan ruang tunggu menjadi penuh, petugas kewalahan, dan terjadi keterlambatan pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode observasi langsung dan analisis model antrean untuk mengevaluasi efisiensi sistem pelayanan. Data dikumpulkan selama enam hari melalui teknik accidental sampling, mencakup waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan pasien. Hasil uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data tidak mengikuti distribusi Poisson maupun eksponensial, sehingga digunakan model antrean G/G/3 dengan disiplin FIFO (First In First Out). Hasil analisis menunjukkan rata-rata waktu tunggu pelanggan sebesar 0,6695 jam (sekitar 40 menit), rata-rata 25 pasien dalam antrean, serta tingkat utilisasi sistem sebesar 40,65%. Meskipun utilisasi sistem masih tergolong rendah, lamanya waktu tunggu menunjukkan bahwa sistem pelayanan tergolong cukup efisien, masih terdapat ruang untuk perbaikan, terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi seperti pendaftaran antrean berbasis aplikasi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pihak apotek untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Copyright (c) 2025 Rifda Muhana, Taswati Nova Wijayaningrum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






