Analisis efektivitas kinerja mesin dengan metode Total Productive Maintenance di PT. BII
Abstract
Industri manufaktur, khususnya sektor farmasi, menghadapi persaingan yang semakin ketat di era globalisasi. Untuk mempertahankan daya saing, perusahaan dituntut melakukan continuous improvement di setiap lini, terutama pada proses produksi. Permasalahan yang dihadapi adalah sering terjadinya downtime dan breakdown pada mesin sehingga menurunkan nilai OEE dan menghambat pencapaian target produksi. Permasalahan downtime yang tinggi sering kali disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurang optimalnya program perawatan (maintenance), keterlambatan dalam penyediaan suku cadang, hingga keterbatasan kompetensi operator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kinerja mesin liquid filling di PT BII menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM) dengan pengukuran Overall Equipment Effectiveness (OEE) serta analisis Six Big Losses. Penelitian dilakukan pada Januari–Desember 2024 menggunakan metode kuantitatif dengan data primer berupa laporan produksi harian dan data sekunder dari dokumen pendukung perusahaan. Hasil pengukuran menunjukkan rata-rata nilai OEE sebesar 73,34%, yang masih di bawah standar JIPM sebesar 85%. Faktor utama penurunan efektivitas berasal dari quality rate yang rendah, diikuti kerugian pada performance rate. Analisis Six Big Losses mengidentifikasi kerugian terbesar berasal dari scrap losses dan idling/minor stoppages. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perawatan berkala pada komponen kritis seperti nozzle, sensor, belt conveyor, dan selang angin untuk mengurangi downtime serta peningkatan pengawasan mutu untuk meminimalkan produk cacat. Implementasi rekomendasi diharapkan dapat meningkatkan OEE hingga memenuhi standar industri.
Copyright (c) 2025 Yanti Supriyanti, Wakhit Ahmad Fahrudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






