Analisis pengendalian kualitas dalam proses molding pada produk lensa tipe X menggunakan metode Statistical Process Control (SPC)

  • Dzurrotun Nasihah Al-Hasanah Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Wahyudin Wahyudin Universitas Singaperbangsa Karawang, Jl. Hs Rongggo Waluyo, Karawang, Jawa Barat, Indonesia
Keywords: SPC, Kualitas Produk, Pengendalian Kualitas, Proses Molding

Abstract

Industri optik mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya permintaan akan alat bantu penglihatan untuk memperbaiki penglihatan maupun sebagai bagian dari gaya hidup. PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang berfokus di bidang optik, khususnya untuk lensa kacamata yang berbahan dasar polycarbonate. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas pada proses molding pembuatan produk lensa tipe X di PT. XYZ dengan menggunakan metode Statistical Process Control (SPC). Metode SPC diterapkan untuk mengevaluasi kestabilan proses produksi, mengidentifikasi jenis cacat yang paling dominan, serta menelusuri faktor-faktor penyebab terjadinya kecacatan produk. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta pengolahan data historis jumlah produksi dan jumlah produk cacat selama periode Desember 2024 hingga Februari 2025. Alat analisis yang digunakan meliputi peta kendali p (p-chart) untuk memantau proporsi produk cacat, diagram Pareto untuk menentukan prioritas jenis cacat dominan, serta diagram sebab–akibat (fishbone diagram) untuk mengidentifikasi akar penyebab kecacatan berdasarkan faktor manusia, mesin, material, metode, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat Particulate merupakan jenis cacat paling dominan dengan persentase sebesar 58%, diikuti oleh cacat Scratch sebesar 11,5% dan Dimple sebesar 9,4%. Analisis peta kendali menunjukkan bahwa proses produksi pada bulan Desember berada di luar batas kendali statistik, sedangkan pada bulan Januari dan Februari proses produksi berada dalam kondisi stabil. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebersihan lingkungan produksi, kondisi mesin dan cetakan, serta ketelitian operator berpengaruh signifikan terhadap kualitas produk.

Published
2026-11-30