Analisis total productive maintenance terhadap produktivitas mesin press injection molding dengan metode overall equipment effectiveness dan six big losses

  • Muhamad Raihan Faturrahman Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Naufal Aditia Syafitrah Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Muhamad Naufal Universitas Singaperbangsa Karawang
Keywords: Overall equipment effectiveness, Six big Losses, injection molding

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menilai efektivitas implementasi total productive maintenance (TPM) dalam upaya meningkatkan produktivitas mesin press injection molding di PT ABC Karawang, Jawa Barat, pada periode Desember 2024–Januari 2025. Penilaian dilakukan dengan menggunakan metode overall equipment effectiveness (OEE) yang mencakup tiga indikator utama, yaitu availability (ketersediaan), performance (kinerja), dan quality (kualitas), serta dilengkapi dengan analisis six big losses guna mengidentifikasi sumber kerugian terbesar yang memengaruhi performa produksi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pihak terkait, serta telaah dokumen berupa laporan produksi dan catatan downtime mesin. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai OEE sebesar 46,64%, yang masih berada di bawah standar ideal 85%. Availability (ketersediaan) tercatat lebih dari 90% dan quality (kualitas) sebesar 97%, sedangkan performance (kinerja) hanya berada pada kisaran 54–55% sehingga menjadi penyumbang utama rendahnya efektivitas mesin. Berdasarkan analisis Six Big Losses, kerugian terbesar berasal dari reduced yield losses dan product defect losses yang masing-masing menyumbang 15% terhadap total kerugian produksi. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan TPM belum optimal, terutama dalam peningkatan performance (kinerja) dan pengendalian kualitas. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan program preventive maintenance, peningkatan kompetensi operator, serta konsistensi dalam penerapan standar operasional prosedur untuk mendorong peningkatan efektivitas mesin dan produktivitas perusahaan secara berkelanjutan.

Published
2026-11-30