Pengukuran kinerja unit pengendali distribusi tenaga listrik menggunakan performance prism
Abstract
Peningkatan kebutuhan energi listrik di wilayah Indonesia timur belum sepenuhnya diimbangi dengan keandalan distribusi yang konsisten, ditandai dengan target bulanan SAIDI dan SAIFI yang seringkali tidak tercapai. Kondisi ini menuntut unit operasional distribusi listrik untuk memiliki sistem evaluasi kinerja komprehensif guna mengidentifikasi kesenjangan operasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja unit tersebut menggunakan kerangka Performance Prism. Pengukuran dilakukan dengan mengombinasikan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan, Objective Matrix (OMAX) dan Traffic Light System (TLS) untuk scoring serta kategorisasi kinerja, dan 5 Why's untuk analisis akar masalah. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi lima stakeholder utama (UID, karyawan, pelanggan, mitra, dan regulator) yang dijabarkan ke dalam 32 Key Performance Indicators (KPI). Hasil AHP menunjukkan UID menempati prioritas tertinggi (0,381). Secara keseluruhan, skor kinerja unit mencapai 8,063, menunjukkan kinerja memuaskan, dengan rincian 27 KPI pada kategori hijau, 4 kuning, dan 1 merah.
Copyright (c) 2026 Saiful Mangngenre

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






