Identifikasi akar penyebab dan prioritisasi risiko ketidaksesuaian air handling unit (AHU) menggunakan RCA-FMEA terintegrasi

  • Syifa Puspitasari Institut Teknologi Indonesia
  • Silvia Merdikawati Institut Teknologi Indonesia
Keywords: Air Handling Unit, Failure Mode and Effect Analysis, Fishbone, Risk Priority Number, Root Cause analysis

Abstract

Berdasarkan hasil observasi, ketidaksesuaian kinerja Air Handling Unit (AHU) pada tahap validasi di PT XYZ masih sering terjadi dan berpotensi menurunkan kualitas lingkungan terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab dan menentukan prioritas risiko ketidaksesuaian kinerja AHU menggunakan pendekatan terintegrasi Root Cause Analysis (RCA) yaitu fishbone dan 5 Why’s serta Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Penelitian dilakukan melalui studi kasus di PT XYZ dengan metode observasi, wawancara, dan kuesioner kepada tim validasi. Hasil identifikasi menunjukkan empat ketidaksesuaian utama, yaitu airflow/ACH tidak sesuaai, Temperature dan RH tidak tercapai, pressure ruangan mengalami penurunan, serta jumlah partikel tidak memenuhi syarat. Analisis FMEA menunjukkan bahwa aktivitas manusia di dalam ruangan merupakan penyebab dominan dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 504, diikuti oleh filter udara tersumbat dengan RPN 225, air balancing belum dilakukan dengan RPN 243, dan kebocoran pipa refrigerant dengan RPN 162. Hasil penelitian menegaskan bahwa faktor operasional dan pengendalian memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja AHU. Hasil penelitian ini merekomendasikan standarisasi prosedur air balancing, monitoring differential pressure, dan pengendalian personel ruangan terkontrol.

Published
2026-04-30