Implementasi nilai-nilai keislaman dalam strategi komunikasi pemasaran Nabi Muhammad SAW
Abstract
Dalam artikel ini terdapat penjelasan mengenai urgensi nilai-nilai keislaman dalam strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan Nabi Muhammad SAW. Pada era modern, sering kali pedagang berbisnis hanya mementingkan keuntungan semata tanpa menerapkan nilai-nilai keislaman. Dalam era Nabi Muhammad SAW, beliau menjadi sosok ahli pedagang yang menerapkan nilai-nilai keislaman sehingga terciptanya peradaban yang menumbuhkan ekonomi masyarakat kota makkah dan madinah menjadi jalur perdagangan internasional. Keterapilan dan inovasi komunikasi pemasaran yang diterapkan Nabi Muhammad tidak lepas dari 4 nilai-nilai keislaman yaitu Shidiq, Amanah, Fathanah dan Tabligh. Dengan komunikasi yang terampil Nabi Muhammad SAW membuka peluang kaum Muslim untuk berniaga sesuai ajaran-ajaran islam. Teori komunikasi pemasaran yang mutakhir dipercaya mengambil dari implementasi nilai-nilai keislaman, hal ini dibuktikan oleh kesuksesannya Nabi Muhammad dalam berniaga yang pada hakikatnya dizaman tersebut belum ada teori komunikasi pemasaran yang mutakhir layaknya zaman modern ini. Komunikasi pemasaran secara verbal maupun non verbal Nabi Muhammad menumbuhkan karakter produknya sesuai dengan brand personalitynya Nabi Muhammad. Jika brand personalitynya baik maka baik pula brand Identitynya.
Copyright (c) 2025 Fadh Fawaz, Tika Yuliyanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




