Strategi komunikasi krisis Presiden Prabowo Subianto dalam mengelola brand image untuk mempertahankan kepercayaan publik di tengah kontroversi program makan bergizi gratis
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi krisis Prabowo Subianto dalam mengelola brand image untuk mempertahankan kepercayaan publik di tengah kontroversi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami secara mendalam proses, makna, dan strategi komunikasi dalam konteks kepemimpinan politik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis data sekunder berupa konten media sosial resmi presiden, pemberitaan media nasional, serta wawancara mendalam dengan pakar komunikasi politik, akademisi, dan jurnalis yang dipilih menggunakan purposive dan snowball sampling. Analisis data menggunakan model analisis tematik melalui tahap reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama, yaitu konstruksi narasi kepedulian sosial untuk membangun legitimasi moral, penguatan citra kepemimpinan tegas dan solutif untuk menjaga kredibilitas, serta pemanfaatan media digital sebagai instrumen legitimasi dan pengendalian pesan publik. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi krisis berfungsi tidak hanya untuk merespons kritik, tetapi juga untuk mempertahankan identitas simbolik dan kepercayaan publik. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian komunikasi krisis politik dengan menempatkan brand image sebagai elemen strategis dalam mempertahankan legitimasi kepemimpinan. Implikasi praktis menunjukkan pentingnya strategi komunikasi yang konsisten, berbasis nilai sosial, dan adaptif terhadap media digital. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi perspektif publik guna memperkaya pemahaman tentang efektivitas komunikasi krisis politik.
Copyright (c) 2026 Fadh Fawaz

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




