Strategi komunikasi paparan materi pelatihan bagi peserta dengan keterbatasan pengetahuan awal: Kajian konseptual berbasis andragogi dan beban kognitif
Abstract
Komunikasi dalam pelatihan memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan transfer pengetahuan, terutama ketika peserta memiliki keterbatasan pengetahuan awal terhadap materi yang disampaikan. Kondisi ini sering dijumpai pada pelatihan teknis, keselamatan kerja, operasional alat, pendidikan masyarakat, maupun pelatihan berbasis keterampilan. Permasalahan utama yang muncul adalah peserta sulit memahami istilah teknis, kurang mampu menghubungkan materi dengan pengalaman sebelumnya, serta cenderung pasif ketika materi disampaikan terlalu teoritis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi paparan materi pelatihan bagi peserta dengan pengetahuan awal terbatas. Metode yang digunakan adalah kajian konseptual melalui telaah pustaka terhadap teori andragogi, beban kognitif, komunikasi instruksional, penyusunan tujuan belajar, dan evaluasi pelatihan. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi pelatihan perlu dilakukan secara bertahap, sederhana, kontekstual, visual, interaktif, dan berbasis pengalaman peserta. Pelatih perlu memulai materi dari konsep dasar, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, memberikan contoh nyata, memanfaatkan gambar atau demonstrasi, serta melakukan pengecekan pemahaman secara berkala. Strategi komunikasi yang efektif tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun jembatan pemahaman antara materi pelatihan dan kondisi nyata peserta. Artikel ini merekomendasikan model komunikasi pelatihan berbasis empat tahap, yaitu mengenali kemampuan awal peserta, menyederhanakan pesan, menyampaikan materi secara bertahap, dan mengevaluasi pemahaman melalui praktik serta umpan balik.
Copyright (c) 2026 Wilarso

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




