PENERAPAN LITURGY BERBASIS ONLINE DI GEREJA KALIMANTAN EVANGELIS JEMAAT YERUSALEM PALANGKARAYA MENGGUNAKAN METODE COBIT

  • Frengklin Matatula -
  • Michael Jhonsons Universitas Mercubuana
Keywords: Liturgi Online, Cobit, Teknologi Informasi, Maturity Model

Abstract

Teknologi informasi di era digital sekarang ini merupakan kebutuhan yang penting khususnya pada Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) jemaat Yerusalem palangkaraya dimana gereja sendiri harus mengadaptasi perkembangan teknologi untuk peningkatan pelayanan di gereja. Perkembangan teknologi digital membuat gereja mengalami perubahan dari sisi pelayanan salah satunya adalah penerapan multimedia seperti LCD dan slide dalam pelayanan gereja termasuk liturgy atau tata cara ibadah, yang awalnya bersifat cetak, sekarang di sesuaikan dengan proses teknologi digital itu sendiri. Penerapan teknologi liturgy manual terhadap teknologi liturgy berbasis online ini sangatlah penting mengingat perkembangan teknologi digeraja itu sendiri sudah mengalami perubahan oleh karena itu Evaluasi terhadap teknologi informasi di GKE jemaat Yerusalem palangkaraya khususnya liturgy online dengan kerangka kerja cobit dan model maturity model sangat berguna karena dengan adanya evaluasi tersebut  gereja dapat mengetahui posisi maturity model dan melakukan perbaikan terhadap teknologi informasi yang sudah dilakukan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan liturgi berbasis online hanya menggunakan 4 domain yaitu DS7 (Mendidik Dan Melatih User) DS11 (Mengelola Data), AI7 (Meng– install dan Mengakreditasi Solusi dan Perubahan) AI4 (Menjalankan Operasi dan Menggunkannya), dari 15 responden berdasarkan kuesioner yang dibagikan dan sudah terkontrol dengan baik dan memenuhi standar yang ditetapkan COBIT. Hasil dari analisis Maturity Level pada Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Jemaat Yerusalem belum mecapai yang diharapkan yaitu level 3 untuk tinggat maturity model saat ini dengan total 10,55 dan rata-rata indeks 2,63 masih pada level 2. Hal ini menunjukan bahwa proses penerapan liturgi secara online masih belum optimal dalam meningkatkan kinerja pelayanan khususnya liturgi berbabsis online dikalangan gereja khususnya jemaat.

Published
2020-12-30