Pelatihan pengelolaan housekeeping dan administrasi keuangan homestay di Kota Cimahi

  • Rieke Sri Rizki Asti Karini Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Yapari
  • Erie Hidayat Sukriadi Program Studi Manajemen dan Perhotelan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Yapari, Bandung-Indonesia
Keywords: Tata graha, hospitality dan pelayanan tata hidang, media sosial, pemasaran, manajemen keuangan

Abstract

Meningkatkan Sumber Daya Manusia dengan pemahaman, kesadaran, pengetahuan, motivasi dan kompetensi pelayanan, peningkatan manajerial dan kepariwisataan agar pengelola menerapkan standarisasi sesuai (ASEAN Homestay Standard) dengan kearifan lokal, berpegang pada Sapta Pesona, memberikan pelayanan profesional berkualitas dan rasa aman serta puas, sehingga tamu betah menginap. Pada observasi awal dengan pemilik homestay terdapat permasalahan (1) Kurangnya pemahaman pemilik tentang administrasi dan manajemen keuangan dimana pengelolaan belum dikelola terpisah, (2). Belum ada administrasi tamu, pencatatan, dan harga produk, sehingga jumlah, durasi menginap, produk favorit serta keuntungan / kerugian tidak diketahui. (3) Pengelolaan manajemen layanan homestay (pengelolaan kamar, administrasi, kebersihan, kesehatan lingkungan) belum profesional, (4) Pemilik tidak aktif memasarkan lewat media sosial dan promosi lainnya. Metode yang digunakan observasi, interview, diskusi dengan modul housekeeping dan administrasi keuangan sebagai pedoman penataan homestay, praktek aplikasi pembukuan dan pemasaran, pendampingan dan monitoring, serta evaluasi. Subjek pelatihan 50 pemilik homestay dalam Kelompok Sadar Wisata Kota Cimahi. Dampak terlihat dari respon peserta berupa pemahaman, pengetahuan, keterampilan tentang pengelolaan homestay dalam operasional tata graha, administrasi dan keuangan, pelayanan prima, tata hidang, hospitality, strategi pemasaran sehingga meningkatkan kualitas homestay. Hasil yang diperoleh (1) Mendapatkan keterampilan dalam operasional tata graha, layanan prima, hospitality, pelayanan tata hidang, strategi pemasaran, (2) Adanya perubahan pengelolaan manajemen dengan media sosial dalam meningkatkan tamu dan pencatatan keuangan tentang transaksi harian sebagai dasar penghitungan laba rugi guna mengukur perkembangan, sehingga homestay maju dan ramai, (3) Pengelola memiliki daya saing dan kesan baik, sehingga wisatawan betah dan mau berkunjung kembali

Published
2023-09-30